Sebulan (Tiga Bulan Udah) Jadi Istri

Apa?! Yang bener si Fal udah nikah?

Iya bener, noh mas suamik, namanya Arif
Ini pertanyaan satu, dua, tiga pekan setelah aku menikah haha sampe satu bulan lebih pun masih ada yang bertanya. Pertama, mohon maaf ya karena tidak mengabari temen-temen semua, akad kemarin memang terbatas untuk keluarga dan beberapa kerabat. Kedua, ini tulisan udah kutulis Desember tapi tapi yah you know lah hehe. Enjoy reading!


T h e  F e e l i n g

Kaget ya? Aku pun kaget kemaren pas akad. Nangis bombay. Seorang fal yang masih suka maen, petakilan, cerewet, ceroboh, pelupa, suka ngerepotin temen ini udah jadi istri orang sekarang. Pindahlah tanggung jawab Pak Umam kepada Mas Arif. Aku diserahterimakan -malah kaya jabatan ya, hmm. Tapi serius ini bikin nangis bombay. Kamu yang udah nikah pasti ngerasain dan kamu yang akan menikah siap-siap tissue ya!
 
Rasanya ingin istighfar terus karena merasa belum menjadi seorang anak yang berbakti buat Pak Umam sama Bu Nasiroh, eh tau-tau udah jadi istri orang. Gimana bisa aku jadi istri yang bener, yang sholihah, yang bikin bidadari cemburu?

Throwback ke jaman aku SMA. Aku inget suatu hari mentoring di rumah Mba Mela sama Hafshah, Asma, Azka, Fatma*. Hari itu kita buat rencana hidup. Mau lulus SMA nilainya berapa. Mau kuliah dimana dan jurusan apa. Mau nikah umur berapa. Mau kerja jadi apa. Dan rencana hidup lainnya. Waktu itu aku menuliskan rencana nikah di umur 24. Dan sekarang aku umur 24. Kinda magic! Seperti semesta mendukung. Aku kira malaikat ikut mendoakanku (dan teman-temanku tentunya) di forum penuntut ilmu kala itu.

Masih ngga percaya kalau niat baik pasti Allah mudahkan? 

Kalau tentang perasaanku ke suamik*? Iya aku belom ada perasaan suka atau apapun bahkan setelah akad. Aku percaya kalau perasaan suka, cinta, dan sayang akan tumbuh seiring berjalannya waktu. And it proved. Karena menikah itu membangun cinta. 

*geli-geli gimana nulis suamik wkwkwk


T h e  P r o c e s s

Taarufan kah? Iya.

Tuker biodata? Iya.

Tuker biodata gitu emang ada biro jodohnya? Ya ada dong. Karena biro jodohku sejatinya adalah Bu Nasiroh dan Pak Umam. Hehehe kalau kamu mau aku bisa bantu lah insyaallah.

Dari siapa aku tau si Mamas? Dari guru SD yang akhirnya merekomendasikan ke Bu Nasiroh. Maka dekatilah guru-guru kalian wahai single fighter. Siapa tau kaan jadi jalan jodoh jugak. LOL

Berapa lama kenalnya (baca: taunya)? Baru tiga bulan lebih sebelum nikah.

Berapa kali ketemu sebelum menikah? Satu kali. Itu aja waktu makan malam keluarga.

Komunikasi ngga sebelum nikah? Enggak sama sekali.

Jadi bisa dibayangkan ya aku menikah sama orang yang sama sekali baru, walau ternyata circle kita banyak yang bersisihan juga.
 
Kalau kalian tanya kok bisa? Ya bisa dong hehe karena aku emang ingin menikah sama orang yang sama sekali baru. Biar seru! Aku mengenalkan duniaku dan dia mengenalkan dunianya. 

Ringkasnya masyaAllah lah prosesnya. Begitu cepat dan alhamdulillah mudah.





Lalu, kalau proses menikah melalui pacaran, gimana dong?

Daging itu baik untuk nutrisi tubuh. Tapi kalau daging yang menutrisi tubuh didapatkan dari mencuri apakah sama? Jelas tidak. 

Menikah itu sunnah. Menikah itu baik. Tapi kalau proses menuju kesana adalah proses yang tidak disukai Allah apakah baiknya sama? Wallahu'lam ya. Persoalan ini rumit, serumit perasaan wanita hehehe.

Trus gimana solusinya?

Sebenernya simpel aja. Kalau kamu perempuan dan sedang pacaran, tanya aja sama sang pacar, mau ngga serius sama kamu, menikah sama kamu. Kalau jawabannya lama dan bertele-tele pakai diminta nunggu waktu yang pas, udah putusin aja. Kamu yakin ngga sama Allah? Kamu yakin Allah akan ketemukan kamu sama jodoh terbaikmu kan? Jadi yakin dong kalau dia jodohmu Allah akan ketemukan kemudian dengan cara yang baik?



.
A d d i t i o n





Yang paling penting dari menikah adalah niat. Niat sebelum menikah, saat menikah, dan sesudahnya sampai akhir hayat. Aku ingin menikah karena Allah. Aku ingin punya suami yang bisa membersamai ke syurga. Aku pun ingin keluarga yang berorientasi hari nanti, tidak merisau soal dunia. Dan itu yang aku pegang, yang kami berdua pegang, insyaallah semoga Allah kuatkan kami berdua menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.


 

Komentar

Postingan Populer